Balada Kota
Goresan pena: Dhanis Sartika
Sekolah Menengah Atas Negeri 1
Balikpapan
Hari ini ku duduk di sudut Kota Balikpapan
Nan sepi dan sunyi
Temaram rembulan sinari malam dingin
Bintang-bintang pun tersipu malu
Pergi bersembunyi di balik awan kelabu
Dinginnya malam merasuk hingga menghempas diri
Jatuh, lunglai, tak berdaya
Pikirku kacau mengembara pada gelisah
Risau akan pesona alam kian lama kian sirna
Setitik air membasahi tanah gersang
Tak sanggup menampung jerit derita alam
Gemuruh air membanjiri ruang-ruang
Gulungan ombak menyeringai padaku
Hempasan angin melayangkan genting-gentinngku
Di bawah keriangan maya kota
Dulu, ia sinari Kotaku dengan hangat
Tapi kini, berubah menjadi amarah tiada tanding
Panasnya menang bersama keangkuhannya
Hingga aku pun kalah
Tak kuasa ku menahan peluh
Teriknya menghanguskan kulitku
Membakar pembuluh darahku
Gerahnya mengeringkan tenggorokanku
Hingga terlintas di benakku
”Inikah akhir kotaku ?”
Tapi bukan!
Itu hanya ilusi nyata dari sebuah kehidupan
Dihuni topeng-topeng angkuh demi peradaban
Tanpa malu
Mereka gerayangi tubuh alam dengan nafsu setan
penuh keserakahan, kecintaan akan dunia
hasrat kuasai kekayaan sang alam
Keyakinanku belumlah sirna pada harapan
Dan doa yang tiada putus walau
Topeng-topeng angkuh tetap bersikukuh
Berjalan dengan kesombongan
Aku akan berdiri kokoh
di titik peraduan antara kebenaran dan kepalsuan
mengemban tugas selamatkan alam kotaku Balikpapan
yang Kubangun Kujaga Kubela hingga akhir hayatku


No comments:
Post a Comment