Monday, July 13, 2009

Demo dan Demokrasi

DEMO dan DEMOKRASI

Kumpulan Puisi

Goresan Pena: Rabbana, S.H

Sandiwara besar belum lagi usai

Babak demi babak terlewati

Dalam lintas sebuah cerita merebut kekuasaan

Ribuan masa jadi cermin sebuah kemenangan

Atas nama lembaga, pendukung bermunculan

Bak benih-benih lahirkan simpatisan

tebarkan harapan

Jadi lahan manfaatkan peluang

hilangkan nurani, puaskan diri

Skenario tertata rapi

Lahirkan aktor-aktor memainkan perannya

Pertunjukan terus berlalu

Cerita demi cerita terlukis dalam ribuan massa

Ciptakan suasana propaganda menawarkan janji

Kelompok simpatisan berorasi

bagai proklamator berbaur unjuk rasa

Menyebar lewat matahari yang kusut, kehabisan keringat

Para saksi berbicara lantang penuh semangat

bagai penegak hukum

(Pengacara mengungkapkan fakta)

Dua kubu kaum intelektual berdebat cari kesalahan

Sementara,

Bapak Hakim dan Bapak Jaksa main catur tunggu keputusan

Lautan manusia berbaur berteriak membakar semangat

terhanyut buaikan angan jadi nyata

Teriakan hampir hilang, tersumbat tenggorakan jadi parau

Pikiran tak berdaya untuk berpikir,

Badan lunglai tak berdaya,

Mata menatap tak percaya

Babak baru telah lahir diatas kucuran keringat massa

bibir kering hampir tanpa suara

Sosok bidadari mungil berselendang menutup keangkuhan

memproklamirkan diri sebagai penguasa penentu kebijakan

Dengan ucapan lemah gemulai lewat bibirnya yang tipis tapi kering

Lewat sorot matanya tanpa alis

Lewat tangannya menari-nari pada harapan kertas, berpedoman

Kitab undang-undang dan peraturan buat alasan berpijak

Korbankan kebenaran

hancurkan perasaan terus berjalan

Tanpa peduli perpecahan jadikan alat kepentingan

Lahirkan baji demokrasi sebagai pembawa malapetaka

Politik bagi rakyat

Lautan massa adalah lambang demokrasi

jadikan sebagai objek politik

jalankan mekanisme yang amburadul

memutarbalikkan fakta mengatasnamakan sistem

buat janji naikkan jabatan, korbankan rakyat

Tak tahu diri!!!!

Balikpapan, 2006

No comments: